Umroh adalah ibadah mengunjungi Baitullah di Makkah dengan rangkaian ritual tertentu. Disebut juga "haji kecil", meski bukan pengganti haji. Berbeda dari haji, umroh bisa dikerjakan kapan saja sepanjang tahun, tanpa wukuf di Arafah, dan selesai dalam hitungan jam untuk ritualnya (perjalanannya sendiri biasanya 9-12 hari). Ternyata keutamaan umroh bisa menghilangkan dosa dan kefakiran berikut penjelasannya:
Keutamaan Umroh Bisa Menghilangkan Dosa dan kefakiran
- Penghapus dosa. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah menyatakan bahwa dari satu umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus (kafarat) dosa di antara keduanya.
- Menghilangkan kefakiran dan dosa. Hadits dari Ibnu Mas'ud, yang diriwayatkan antara lain oleh Tirmidzi, Nasa'i, dan Ahmad, memerintahkan untuk mengikutkan haji dengan umrah, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana alat pandai besi menghilangkan karat. Kelanjutannya menyebut bahwa haji mabrur tidak ada balasan selain surga.
Makna Keutamaan Umroh menghapus dosa
Mayoritas ulama memahami penghapusan dosa oleh amal ibadah seperti ini terutama menyasar dosa-dosa kecil. Dosa besar menurut pandangan itu menuntut taubat tersendiri. Dasarnya adalah penafsiran terhadap nash lain yang mengaitkan ampunan dosa kecil dengan menjauhi dosa besar. Selain itu, hak sesama manusia (utang, kezaliman, ghibah yang merugikan orang) tidak gugur hanya dengan umrah; harus diselesaikan atau dimintakan maaf. Ada ulama yang berpendapat lebih luas, tetapi pendapat di atas yang paling umum dipegang.
Makna Keutamaan Umroh menghilangkan kefakiran
.Allah dapat melapangkan rezeki orang yang rutin berhaji dan umrah.
Dihilangkan adalah kefakiran hati, yaitu perasaan selalu kurang, sehingga lahir qana'ah dan rasa cukup.
Artikel terkait

0 Komentar